Posts

Showing posts with the label Opini

Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak, Semut di Seberang Lautan Tampak

Image
Kira-kira, pernahkah kita merasa lebih mudah menilai kesalahan orang lain dibandingkan melihat kekurangan diri sendiri? Fenomena ini sering digambarkan dengan pepatah “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.” Dalam psikologi, perilaku ini dikenal sebagai bias atribusi, khususnya fundamental attribution error. Bias ini menggambarkan kecenderungan manusia untuk mengaitkan kesalahan orang lain dengan karakter atau sifat pribadi mereka, tetapi menghubungkan kesalahan diri sendiri dengan faktor eksternal. Misalnya, ketika seorang teman datang terlambat ke pertemuan, kita mungkin langsung menilai bahwa ia tidak disiplin atau tidak menghargai waktu. Namun, saat kita sendiri terlambat, kita cenderung membenarkan perilaku itu dengan alasan yang tampak masuk akal, seperti macet atau situasi darurat. Pola pikir ini secara tidak sadar melindungi ego kita, tetapi juga membuat kita sulit untuk bersikap objektif dalam menilai situasi. Dalam teori self-serving bias, dijelask...

Refleksi dan Resolusi Tahun Baru 2025

Image
Momen pergantian tahun sering kali dimanfaatkan untuk melakukan refleksi atas perjalanan hidup dan menetapkan resolusi baru. Refleksi ini merupakan proses evaluasi diri yang melibatkan penilaian terhadap keberhasilan, kegagalan, dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Dalam perspektif psikologi, refleksi dapat menjadi cara untuk meningkatkan kesadaran diri (self-awareness), yang menurut Carl Rogers merupakan elemen penting untuk mencapai aktualisasi diri. Dengan merenungkan pengalaman masa lalu, seseorang dapat memahami apa yang benar-benar penting dalam hidupnya dan merancang langkah-langkah ke depan secara lebih terarah. Namun, proses refleksi tidak cukup tanpa diiringi oleh langkah konkret untuk perubahan. Resolusi tahun baru sering kali menjadi bentuk komitmen terhadap perubahan tersebut. Sayangnya, banyak resolusi gagal karena sifatnya yang terlalu ambisius atau tidak realistis. Melalui Atomic Habits nya, James Clear mengungkapkan bahwa perubahan yang efektif tidak terjadi secar...

Masihkah Bermental Inlander?

Image
Pernahkah anda mendengar istilah "inlander" ? Banyak orang—tentunya orang Indonesia—yang menganggapnya sebagai penyakit mental yang paling banyak menjangkiti orang Indonesia. “Inlander” berasal dari Bahasa Belanda yang memiliki arti “pribumi” atau “masyarakat asli’. Dalam Bahasa Inggris, kata ini berpadanan makna dengan kata “native”. Istilah ini bertitik tolak dari masa penjajahan Belanda yang pada saat itu membagi strata masyarakat menjadi tiga kelompok, yaitu 1) Orang Eropa, yaitu orang Belanda, Inggris dan bangsa eropa lainya. Meskipun bukan bagian dari Eropa, bangsa Jepang tergolong dalam kasta ini, akibat pengaruh yang kuat dari Kekaisaran Jepang pada masa itu, 2) Orang Timur Asing (Vreemde Osterlingen) yaitu keturunan dataran Tiongkok, Jazirah Arab dan India yang dianggap sebagai bangsa pendatang, dan 3) Orang Pribumi atau Inlander, yaitu bangsa pribumi asli Indonesia. Inlander adalah strata yang paling rendah dari ketiga kasta di atas. Mungkin mereka menganggapnya...

Belajar Dari Negeri Tetangga

Image
Sebagai negara yang tergolong memiliki daerah yang luas, Indonesia memiliki beberapa negara tetangga, di antaranya Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Selain itu, Indonesia berbatasan pula dengan Australia, Papua Nugini, dan Timor Leste—sebuah negara yang dulunya pernah menjadi bagian dari Indonesia. Dari beberapa nama negara tetangga tersebut, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam begitu menarik untuk diamati. Hal ini dikarenakan selain negara tersebut bertetangga, ketiganya memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan Indonesia, baik secara budaya maupun bahasa. Meskipun memiliki kosakata yang khas, namun secara garis besar bahasa masing-masing negara tersebut masih dapat dimengerti oleh negara yang lain. sumber: www.kryptomoney.com/securities-commission-of-malaysia-might-soon-bring-upon-a-regulated-crypto-framework/ Akan tetapi berbeda halnya dengan masalah ekonomi, sampai saat ini Indonesia masih belum seberuntung ketiga negara tersebut. Malaysia, Singapura, ...

Meredefinisi Reward dan Punishment dalam Dunia Pendidikan

Image
Kembali dunia pendidikan Indonesia harus menelan pil pahit. Kali ini, kasus datang dari seorang guru SMP di Sidoarjo yang harus diadili di persidangan akibat menghukum seorang siswanya dengan cubitan di lengan kanan siswa tersebut. Kejadian ini pun menyita perhatian guru-guru di Indonesia dan mengundang aksi simpatik dari para guru, salah satunya adalah aksi simpatik para guru di Kota Delta terhadap rekannya, SB (45), guru SMP Raden Rahmat yang menjadi tersangka yang sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. sumber: www.sciencedaily.com/releases/2016/10/161005090700.html Kasus ini bukan lah hal yang baru di kalangan guru. Sebelumnya, kasus orang tua siswa kelas 4 SD Antonius Matraman Jakarta Timur berinisial KN yang melaporkan gurunya Inho Loe karena diduga mencubit KN pada saat mengajar. Laporan masuk ke PPA Polres Jakarta Timur pada Jumat (10/6). Di tambah pula beredarnya sebuah kabar bahwa seorang guru SD di Majalengka, Jawa Barat nyaris mendekam da...

Membuka Jendela Dunia

Image
Banyak orang menyebutkan bahwa buku adalah jendela dunia. Buku dapat mengantarkan si pembaca untuk membuka wawasannya. Tak hanya informasi di dalam negeri, namun juga informasi tentang dunia luar, bahkan alam semesta ini. Singkatnya, semakin banyak yang kita baca, semakin banyak informasi yang dapat kita dapatkan, walaupun terkadang informasi tersebut didapatkan dengan cara yang tidak langsung. Namun sayangnya di era ini, sulit rasanya untuk menemukan pelajar yang secara sadar memiliki kegemarab membaca. Kebanyakan mereka malah lebih memilih untuk menjajal konsol  game baru, berselancar di internet, atau sekedar jalan-jalan bersama teman yang terkadang tak jelas arah tujuannya. Memang masih ada juga sebagian dari mereka yang gemar mengoleksi dan membaca novel dan komik. Hal ini tidak menjadi masalah selagi mereka masih mampu memanfaatkan waktu mereka dengan belajar atau membaca buku yang lebih informatif. Namun kenyataa...

Merajut Pendidikan Yang Humanis

Image
Rasanya tak ada yang mau menyangkal bahwa pendidikan merupakan satu-satunya cara untuk melahirkan generasi bangsa yang berkualitas untuk mewujudkan kemajuan peradaban suatu bangsa. Namun agaknya, aksioma ini tidak dimanifestasi dalam perlakuan yang serius oleh bangsa ini. Perlu diakui memang dalam APBN sektor pendidikan mendapatkan postur anggaran yang tidak sedikit. Setidaknya 20% dari seluruh mata anggaran dalam belanja negara kita digelontorkan ke dunia pendidikan. Tahun 2016, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp. 419,176 triliun dari Rp. 2.095,7 trilyun total belanja negara. Amat disayangkan rasanya ketika dengan dana pendidikan yang amat besar itu, kualitas pendidikan Indonesia masih jauh dari hal yang kita harapkan bersama. Di tahun 2015 misalnya, Laporan Tahunan UNICEF Indonesia menyebutkan bahwa 4,7 juta anak di bawah 18 tahun putus sekolah. Hanya 57% anak Indonesia yang berusia 16-18 yang mampu mengenyam bangku pendidikan SMA sederajat. Keadaan ini terlihat sem...

Self-Fulfilling Prophecy: Prasangka Yang Terwujud

Image
Dikisahkan dua orang guru yang diminta untuk membimbing siswanya untuk mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional. Sebut saja mereka adalah Ardi dan Dika. Keduanya menjalani tugasnya sebagai pembimbing, namun mereka menjalaninya dengan cara yang tidak sama. Menurut siswanya, Ardi adalah guru yang pintar tapi mengerikan. Ia cenderung memberikan respon dengan cara yang frontal dan agresif. Mereka belajar dalam tekanan dan target. Tak jarang Ardi berkata kepada mereka bahwa mereka adalah orang yang tak berguna saat  tak mampu memberikan performa sesuai dengan yang diharapkannya. Dalam gumamnya, mereka adalah siswa yang berintelektualitas rendah dan tak bisa diandalkan. Berbeda dengan Ardi, Dika adalah guru yang menyenangkan bagi  siswanya. Dia adalah guru yang sabar menghadapi siswanya yang lamban (slow learner). Bukan hanya itu, Dika selalu memberikan semangat dan menularkan optimisme kepada siswanya. Dia meyakinkan mereka bahwa mereka memiliki potensi dan kehe...