Posts

Showing posts with the label Psikologi

Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak, Semut di Seberang Lautan Tampak

Image
Kira-kira, pernahkah kita merasa lebih mudah menilai kesalahan orang lain dibandingkan melihat kekurangan diri sendiri? Fenomena ini sering digambarkan dengan pepatah “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.” Dalam psikologi, perilaku ini dikenal sebagai bias atribusi, khususnya fundamental attribution error. Bias ini menggambarkan kecenderungan manusia untuk mengaitkan kesalahan orang lain dengan karakter atau sifat pribadi mereka, tetapi menghubungkan kesalahan diri sendiri dengan faktor eksternal. Misalnya, ketika seorang teman datang terlambat ke pertemuan, kita mungkin langsung menilai bahwa ia tidak disiplin atau tidak menghargai waktu. Namun, saat kita sendiri terlambat, kita cenderung membenarkan perilaku itu dengan alasan yang tampak masuk akal, seperti macet atau situasi darurat. Pola pikir ini secara tidak sadar melindungi ego kita, tetapi juga membuat kita sulit untuk bersikap objektif dalam menilai situasi. Dalam teori self-serving bias, dijelask...

Pendidikan dan Esensi Kasih Sayang

Image
Seperti hari-hari biasanya di bulan Ramadhan, saya menghabiskan waktu sore dengan cara menyusuri jalanan kota kelahiran saya, Langsa. Sedang asyik menikmati suasana sembari duduk mengendarai sepeda motor saya, saya dikejutkan dengan mobil-mobil yang terjebak dalam kesemberawutan dan saling beradu membunyikan klakson. Sejurus kemudian, sebuah mobil sedan abu-abu berukuran sedang menerobos masuk di sela-sela kemacetan itu. Nyaris saja, sedan itu menendang penjual es cendol yang sedang parkir di sisi kanan jalan. Akibat ulahnya tersebut, semua mata tertuju ke arah si pengendara mobil. Sontak masyarakat terkejut dan berang melihat bahwa yang mengendarai mobil adalah seorang anak perempuan berusia sekolah dasar, ditemani oleh sang ayah yang duduk di samping kiri. Seolah merasa benar, sang ayah malah melemparkan raut wajah yang garang sembari mengepalkan tangan, menantang orang-orang yang memandangi anaknya. Dalam kajian psikologi, perilaku yang ditunjukkan oleh orangtua di atas disebut...

Self-Fulfilling Prophecy: Prasangka Yang Terwujud

Image
Dikisahkan dua orang guru yang diminta untuk membimbing siswanya untuk mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional. Sebut saja mereka adalah Ardi dan Dika. Keduanya menjalani tugasnya sebagai pembimbing, namun mereka menjalaninya dengan cara yang tidak sama. Menurut siswanya, Ardi adalah guru yang pintar tapi mengerikan. Ia cenderung memberikan respon dengan cara yang frontal dan agresif. Mereka belajar dalam tekanan dan target. Tak jarang Ardi berkata kepada mereka bahwa mereka adalah orang yang tak berguna saat  tak mampu memberikan performa sesuai dengan yang diharapkannya. Dalam gumamnya, mereka adalah siswa yang berintelektualitas rendah dan tak bisa diandalkan. Berbeda dengan Ardi, Dika adalah guru yang menyenangkan bagi  siswanya. Dia adalah guru yang sabar menghadapi siswanya yang lamban (slow learner). Bukan hanya itu, Dika selalu memberikan semangat dan menularkan optimisme kepada siswanya. Dia meyakinkan mereka bahwa mereka memiliki potensi dan kehe...